| |
| | JPPI - BPPI: Siapakah Dia, "Homo Floresiensis"? |
 | | Sisa- sisa manusia purba Pithecanthropus erectus yang ditemukan oleh Eugene Dubois di akhir abad ke-19 pada endapan purba Bengawan Solo di Trinil, Jawa Timur, merupakan temuan spektakuler yang menggemparkan dunia saat itu karena dianggap sebagai penemuan missing-link, bagian dari reaksi ilmiah atas konsep evolusi Charles R Darwin. |
 | | Segi-segi evolusi fisik menunjukkan bahwa Homo erectus merupakan spesies yang sangat penting bagi pemahaman tentang evolusi manusia karena dia memberikan gambaran evolutif sebelum mencapai bentuk yang sekarang: Homo sapiens, manusia bijak, modern. |
 | | Homo erectus menunjukkan karakter tengkorak yang sangat arkais dibandingkan dengan Homo sapiens; tengkorak memanjang dan rendah, dahi miring ke belakang, tulang kening sangat menonjol, muka lebar tetapi pendek, tulang tengkorak tebal, alat-alat mastikasi (rahang maupun gigi) sangat kuat, muka menjorok ke depan (prognath), dan banyak lagi karakter arkais lainnya. |
| www.indonesiapusaka.org /mt3/archives/2004/11/_siapakah_dia_h.html (1272 words) |
|